berisi jurnal makalah, cacatan, review, HUKUM ISLAM, Motifasi, ngaos kyai,dan lain-lain
Kamis, 18 September 2014
sejarah poligami
ibda'binafsik
Menurut para ahli sejarah poligami mula-mula dilakukan oleh raja-raja pembesar Negara dan orang-orang kaya. Mereka mengambil beberapa wanita, ada yang dikawini dan ada pula yang hanya dipergunakan untuk melampiaskan hawa nafsunya akibat perang, dan banyak anak gadis yang diperjualbelikan, diambil sebagai pelayan kemudian dijadikan gundik dan sebagainya. Makin kaya seseorang makin tinggi kedudukanya, makin banyak mengumpulkan wanita. Dengan demikian poligami itu adalah sisa-sisa pada waktu peninggalan zaman perbudakan yang mana hal ini sudah ada dan jauh sebelum masehi.
Rabu, 27 Maret 2013
catatan
ibda'binafsik
Keluarga pada hakekatnya merupakan satuan terkecil sebagai inti dari suatu sistem sosial yang ada di masyarakat. Sebagai satuan terkecil, keluarga merupakan miniatur dan embrio berbagai unsur sistem sosial manusia. Suasana keluarga yang kondusif akan menghasilkan warga masyarakat yang baik karena di dalam keluargalah seluruh anggota keluarga belajar berbagai dasar kehidupan bermasyarakat.
Sebgaimana Ibnu Umar berkata : Didiklah anakmu karena sesungguhnya kamu bertanggung jawab terhadap apa yang telah kamu ajarkan keadaannya dan dia bertangung jawab untuk berbuat baik dan taat kepadamu.
Pendidikan paling dasar yang di ajarkan oleh keluarga yaitu ahlak. Akhlak adalah sifat-sifat manusia yang dibawa sejak lahir, di pengaruhi lingkungan dan pendidikan. Dalam kata lain akhlak adalah sifat-sifat yang dibawa manusia sejak lahir yang tertanam dalam jiwanya dan selalu ada padanya. Sifat itu dapat lahir berupa perbuatan baik disebut akhlak yang mulia atau perbuatan buruk yang disebut akhlak yang tercela sesuai dengan pembinaannya.
Penanaman ahlak pada anak dimulai dari anak masih dalam kandungan yaitu dengan membacakan doa, dan mercetika ketika anak masih dalam kandungan. Kesuksesan pembinaan akhlaq terhadap anak sangat tergantung kepada keteladanan orang tua, seluruh anggota keluarga dan orang-orang terdekatnya.
Adapun cara-cara pembinaannya adalah sebagai berikut:
T Menanamkan adab-adab yang baik terhadap anak seperti adab terhadap kedua orang tua, adab terhadap guru, adab berukhuwah, adab bertetangga, adab menghormati tamu, adab meminta izin, adab makan, adab mendengarkan Al-Quran dan lain-lain.
T Melatih dan membiasakan anak bersikap jujur sehingga kejujuran menjadi akhlaq kesehariannya.
T Melatih dan membiasakan anak untuk menjaga amanah karena jujur dan amanah itu merupakan pondasi bagi terbentuknya akhlaq-akhlaq yang mulia.
T Melatih anak untuk menghormati dan menghargai orang lain dan melarang anak mencaci, menghina dan menganiaya orang lain.
T Menghormati dan menghargai hak milik orang lain sehingga ia dapat terhindar dari sifat ingin mencuri.
T Melatih serta membiasakan anak untuk berlapang dada, memaafkan kesalahan orang lain dan menumbuhkan rasa ikut gembira terhadap kenikmatan yang dimiliki oleh orang lain sehingga terhindar dari sifat dengki .
T Melatih dan membiasakan anak untuk hidup sederhana dan merasa cukup dengan rizki yang ada, agar anak tidak manja dan terbiasa hidup mewah.
T Melatih dan membiasakan anak bekerja dan memenuhi kebutuhannya sendiri sehingga dapat mewujudkan sikap mandiri terhadap anak
T Melatih dan membiasakan anak disiplin dalam kegiatan sehari-harinya sehingga dapat mengatur waktunya dengan baik.
Sebagai pesan untuk orang tua sehubungan dengan pembinaan akhlaq terhadap anak , Tiada yang terbaik dari pendidikan orang tua terhadap anaknya daripada menanamkan akhlaq yang mulia.
Anak –anak pada era masa kini
Selasa, 17 Januari 2012
kata mutiara
ibda'binafsik
Kata Mutiara
Orang yang tidak bisa mengambil pelajaran dari masa tiga ribu tahun,
Hidup tanpa memanfaatkan akalnya.
-----------------Goethe
Keinginan harus kuat untuk bisa dikabulkan.
Allah mengabulkan jika manusia punya keinginan disertai doa dan usaha.
Jangan menghina oarang lain
Yang lebih rendah
Karena setiap orang punya maziah
-----------------penutupan RFM---1432H….
Penguat hati adalah taqwa caranya dengan
sholat malam
puasa
dzikir
berkumpul denganorang-orang sholeh
baca al-quran dan maknanya.
-------kholil al-muhtarom----
Cintailah kekasihmu sekedarnya saja
Karna bisa jadi iaakan menjadi musuhmu suatu hari.
Bencilah musuhmu sekedarnya saja, karna bisa jadi ia menjadi kekasihmu suatu hari.
-------------------ibarah shohabat Ali Bin Abi Tholib---
What I hear I forget
What I see I remember
What I do I understand
Meskipun sedikit berinfaklah.
-------- k.h. Azhari Marzuki----
Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah kamu bersedih hati
Padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajat)nya, jika kamu orang-orang yang beriman.
---ali-imran:139----
Kebaikan adala ahlak yang baik dan dosa adalah apa yang melintas dalam benakmu dan kamu membencinya bila orang lain mengetahuinya.
Rabu, 25 Mei 2011
catatan
ibda'binafsik
Keluarga pada hakekatnya merupakan satuan terkecil sebagai inti dari suatu sistem sosial yang ada di masyarakat. Sebagai satuan terkecil, keluarga merupakan miniatur dan embrio berbagai unsur sistem sosial manusia. Suasana keluarga yang kondusif akan menghasilkan warga masyarakat yang baik karena di dalam keluargalah seluruh anggota keluarga belajar berbagai dasar kehidupan bermasyarakat.
Sebgaimana Ibnu Umar berkata : Didiklah anakmu karena sesungguhnya kamu bertanggung jawab terhadap apa yang telah kamu ajarkan keadaannya dan dia bertangung jawab untuk berbuat baik dan taat kepadamu.
Pendidikan paling dasar yang di ajarkan oleh keluarga yaitu ahlak. Akhlak adalah sifat-sifat manusia yang dibawa sejak lahir, di pengaruhi lingkungan dan pendidikan. Dalam kata lain akhlak adalah sifat-sifat yang dibawa manusia sejak lahir yang tertanam dalam jiwanya dan selalu ada padanya. Sifat itu dapat lahir berupa perbuatan baik disebut akhlak yang mulia atau perbuatan buruk yang disebut akhlak yang tercela sesuai dengan pembinaannya.
Penanaman ahlak pada anak dimulai dari anak masih dalam kandungan yaitu dengan membacakan doa, dan mercetika ketika anak masih dalam kandungan. Kesuksesan pembinaan akhlaq terhadap anak sangat tergantung kepada keteladanan orang tua, seluruh anggota keluarga dan orang-orang terdekatnya.
Adapun cara-cara pembinaannya adalah sebagai berikut:
T Menanamkan adab-adab yang baik terhadap anak seperti adab terhadap kedua orang tua, adab terhadap guru, adab berukhuwah, adab bertetangga, adab menghormati tamu, adab meminta izin, adab makan, adab mendengarkan Al-Quran dan lain-lain.
T Melatih dan membiasakan anak bersikap jujur sehingga kejujuran menjadi akhlaq kesehariannya.
T Melatih dan membiasakan anak untuk menjaga amanah karena jujur dan amanah itu merupakan pondasi bagi terbentuknya akhlaq-akhlaq yang mulia.
T Melatih anak untuk menghormati dan menghargai orang lain dan melarang anak mencaci, menghina dan menganiaya orang lain.
T Menghormati dan menghargai hak milik orang lain sehingga ia dapat terhindar dari sifat ingin mencuri.
T Melatih serta membiasakan anak untuk berlapang dada, memaafkan kesalahan orang lain dan menumbuhkan rasa ikut gembira terhadap kenikmatan yang dimiliki oleh orang lain sehingga terhindar dari sifat dengki .
T Melatih dan membiasakan anak untuk hidup sederhana dan merasa cukup dengan rizki yang ada, agar anak tidak manja dan terbiasa hidup mewah.
T Melatih dan membiasakan anak bekerja dan memenuhi kebutuhannya sendiri sehingga dapat mewujudkan sikap mandiri terhadap anak
T Melatih dan membiasakan anak disiplin dalam kegiatan sehari-harinya sehingga dapat mengatur waktunya dengan baik.
Sebagai pesan untuk orang tua sehubungan dengan pembinaan akhlaq terhadap anak , Tiada yang terbaik dari pendidikan orang tua terhadap anaknya daripada menanamkan akhlaq yang mulia.
Anak –anak pada era masa kini
beasiswa
ibda'binafsik
KETERANGAN BERKELAKUAN BAIK
Nomor : UIN.02/ DS.3 /PP.00.9/634/2011
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum dengan ini menyatakan bahwa mahasiswa tersebut di bawah ini :
Nama : Umi Salamah
Tempat & Tgl. Lahir : lampung, 20 Agustus 1990
NIM : 08350035
Fakultas : Syari’ah dan Hukum
Jur. / Prodi : AS
Semester : VI
Alamat di Yogyakarta : Jl. Raden Ronggo 982 Prenggan kotagede Yogyakarta
berdasarkan rekam data / jejak pada Fakultas, mahasiswa bersangkutan dinyatakan berkelakuan baik dan tidak pernah terkena sanksi tertulis atas pelanggaran SEDANG dan/atau BERAT sesuai dengan Tata Tertib Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga.
Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Yogyakarta, 02 Mei 2011
An. Dekan
Pembantu Dekan Bidang Akademik
Fak. Syariáh dan Hukum
Drs. Ahmad Pattiroy, M. Ag
NIP. 19620327 199203 1 001
Tembusan:
1. Dekan (Sebagai Laporan)
2. Yang Bersangkutan
PERMOHONAN BEASISWA AKADEMIK
Kepada
Yth. Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
C.q. Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Yang bertanda tangan di bawah ini saya :
1. Nama lengkap : Umi Salamah
2. Tempat & tanggal lahir : Lampung, 20 Agustus 1990
3. NIM : 08350035
4. Fakultas : Syari’ah dan Hukum
5. Jur. / Prodi : AS
6. Semester / Tingkat : VI
7. IP Kumulatif/KHS : 3,53
8. Alamat tinggal : Jl.R. Ronggo 982 Prenggan Kotagede Yogyakarta
9. Telp. / HP : 20562645073
10. Asal SLTA (Kabupaten) : MA Al-Mubarok Gunung Sugih Lampung Tengah
11. Jumlah Kiriman per bulan : Rp. 400.000,00
12. Penanggung utama
Biaya pendidikan : Ayah
Nama : Shodiq
Pekerjaan : Tani
Alamat : Uman Agung Bandar Mataram, Lampung Tengah 34164
13. Tidak bekerja pada instansi Pemerintah atau Swasta
14. Tidak berstatus sebagai penerima beasiswa lain
berminat mengajukan permohonan beasiswa PRESTASI AKADEMIK dari Kementerian Agama Tahun 2011 dengan ketentuan, bahwa saya mengisi keterangan-keterangan tersebut dengan sesungguhnya. Apabila dikemudian hari terbukti pernyataan saya ini tidak benar atau menerima beasiswa ganda, saya bersedia menerima sanksi atau tindakan yang diambil oleh Universitas sesuai dengan aturan yang berlaku.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Yogyakarta, 02 Mei 2011
Pemohon
Umi Salamah
NIM. 20350035
KETERANGAN TIDAK
SEDANG / AKAN MENDAPAT BEASISWA
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Umi Salamah
Tempat & Tgl. lahir : Lampung, 20 Agustus 1990
NIM : 08350035
Fakultas : Syari’ah dan Hukum
Jurusan / Prodi : AS
Semester : VI
Alamat di Yogyakarta : Jl.Raden Ronggo 982 Prenggan Kotagede Yogyakarta
Dengan ini menyatakan bahwa :
a. Saya pada saat / tahun ini tidak sedang atau akan menjadi penerima beasiswa manapun di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
b. Jika ternyata pernyataan saya tersebut tidak benar dan saya menerima beasiswa ganda, maka saya sanggup mengembalikan beasiswa yang telah saya terima.
Demikian surat ini saya buat dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan dari pihak manapun.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Mengetahui : a.n. Dekan Fak. Syariah dan Hukum Drs. Ahmad Pattiroy, M. Ag NIP. 196 00417 198 903 1001 | Yogyakarta, 2 Mei 2011 Mahasiswa Pembuat Pernyataan Umi Salamah NIM. 20350035 |
SURAT IZIN ORANG TUA/WALI
PENERIMA BEASISWA
Yang bertanda tangan dibawah ini saya:
Nama : Shodiq
Pekerjaan : Tani
Alamat : Uman Agung
Memberikan izin kepada anak saya tersebut dibawah ini:
Nama Lengkap : Umi Salamah
NIM : 08350035
Jurusan/ Prodi : AS
Fakultas : Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Jenis Beasiswa : Akademik
Untuk mengajukan beasiswa Akademik kementrian Agama Tahun 2011
Surat izin ini saya berikan sebagai bukti tanggung jawab saya selaku orang tua/wali. Apabila dalam kurun waktu penerimaan beasiswa, anak saya tersebut melakukan tindakan yang tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan Universitas dan peraturan perundang-undangan lainnya atau melanggar ketentuan yang berlaku, maka saya merelakan penerimaan beasiswa untuk anak saya tersebut dibatalkan.
Demikian surat izin dan pernyataan ini saya buat dan saya sampaikan dengan sesungguhnya serta dengan penuh kesadaran.
Yogyakarta, 2 Mei 2011
Yang memberi izin
M. Shodiq
Langganan:
Postingan (Atom)